MEDIAAKU.COM – Daun pandan (Pandanus amaryllifolius) selama ini lebih dikenal sebagai bahan pemberi aroma dan warna alami pada makanan. Namun, tanaman yang banyak ditemukan di Asia Tenggara ini juga mengandung berbagai senyawa bioaktif, seperti flavonoid, fenolik, saponin, dan tanin yang berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan kulit.
Sejumlah penelitian terbaru bahkan mulai mengeksplorasi pemanfaatan ekstrak daun pandan dalam produk perawatan kulit. Melansir beberapa sumber dan Journal of Herbal Medicine berikut manfaatnya:
1.Membantu melawan radikal bebas
Daun pandan memiliki kandungan senyawa fenolik dan flavonoid yang diketahui mempunyai aktivitas antioksidan. Antioksidan membantu menangkal radikal bebas yang dapat menyebabkan stres oksidatif dan berkontribusi terhadap kerusakan sel kulit.
Sebuah penelitian yang diterbitkan pada 2024 menemukan bahwa ekstrak etanol Pandanus amaryllifolius menunjukkan aktivitas antioksidan melalui pengujian DPPH dan ABTS.
2.Berpotensi membantu merawat kulit berjerawat
Salah satu masalah kulit yang berhubungan dengan mikroorganisme adalah jerawat. Penelitian tahun 2026 terhadap partisi ekstrak air daun pandan menemukan aktivitas antimikroba terhadap Cutibacterium acnes, bakteri yang berkaitan dengan munculnya jerawat.
Temuan tersebut membuat ekstrak daun pandan menarik untuk dikembangkan sebagai salah satu bahan dalam produk perawatan kulit. Meski demikian, penelitian tersebut dilakukan pada ekstrak dan formulasi kosmetik, sehingga bukan berarti penggunaan daun pandan secara langsung dapat menyembuhkan jerawat.
3.Membantu menjaga kebersihan kulit
Selain C. acnes, penelitian juga menunjukkan adanya aktivitas antimikroba ekstrak daun pandan terhadap beberapa mikroorganisme lain, termasuk Staphylococcus aureus dan Candida albicans.
Potensi tersebut dapat mendukung pemanfaatan ekstrak pandan sebagai bahan tambahan dalam produk perawatan kulit yang bertujuan membantu menjaga kebersihan kulit.
4.Berpotensi membantu meredakan efek peradangan
Kandungan senyawa bioaktif dalam pandan juga sedang diteliti karena memiliki aktivitas yang berkaitan dengan respons peradangan. Penelitian yang diterbitkan dalam “Journal of Herbal Medicine” melaporkan bahwa ekstrak Pandanus amaryllifolius menunjukkan aktivitas anti-inflamasi dalam pengujian laboratorium.
Potensi ini membuat pandan menarik untuk diteliti lebih lanjut sebagai bahan dalam produk perawatan kulit, terutama untuk kulit yang mengalami kondisi akibat proses inflamasi. Namun, bukti klinis langsung pada manusia masih diperlukan.
5.Berpotensi dikembangkan sebagai bahan kosmetik alami
Penelitian yang diterbitkan pada Juni 2026 secara khusus mengembangkan partisi air ekstrak daun pandan menjadi sediaan face mist. Hasil penelitian menunjukkan adanya aktivitas antioksidan dan antimikroba, sementara beberapa formulasi memenuhi sejumlah parameter fisik dan pH yang sesuai untuk kulit.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa daun pandan memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi bahan kosmetik berbasis tanaman. Meski begitu, penelitian lebih lanjut tetap dibutuhkan untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya dalam penggunaan jangka panjang.
Walaupun memiliki berbagai potensi, manfaat daun pandan untuk kulit tidak boleh dianggap sama dengan manfaat produk skincare yang telah melalui uji klinis. Sebagian besar penelitian mengenai pandan masih dilakukan menggunakan ekstrak dalam kondisi laboratorium atau formulasi tertentu.
Karena itu, sebaiknya hindari langsung mengoleskan rebusan atau ekstrak daun pandan ke wajah tanpa mengetahui konsentrasi dan keamanan formulanya. Jika memiliki kulit sensitif atau sedang mengalami masalah kulit, lakukan uji tempel terlebih dahulu dan pertimbangkan berkonsultasi dengan dokter kulit.(*/Stephany)

