Monday, September 7, 2026
HomeEkonomiMenaker Dorong Penguatan Dana Pensiun untuk Lindungi Pekerja hingga Masa Tua

Menaker Dorong Penguatan Dana Pensiun untuk Lindungi Pekerja hingga Masa Tua

MEDIAAKU.COM – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyambut baik program Bulan Dana Pensiun 2026 yang diinisiasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kegiatan yang berlangsung di Jakarta belum lama ini tersebut dinilai dapat mendukung upaya pemerintah memperkuat perlindungan sosial bagi pekerja di Indonesia.

Melansir laman Kemenaker, Senin (7/9/2026) Yassierli mengatakan, perhatian terhadap perlindungan pekerja tidak seharusnya berhenti ketika seseorang masih berada dalam usia produktif. Pekerja juga perlu memiliki jaminan agar dapat menjalani kehidupan yang layak setelah tidak lagi bekerja.

Salah satu tantangan yang menjadi perhatian pemerintah adalah besarnya jumlah pekerja informal. Dari sekitar 155 juta angkatan kerja di Indonesia, kurang lebih 60 persen tercatat bekerja di sektor informal. Kondisi ini membuat perluasan akses terhadap perlindungan sosial menjadi semakin penting.

Menurut Yassierli, pekerja informal harus mendapat kesempatan yang sama untuk mempersiapkan kehidupan setelah masa produktif. Dengan demikian, mereka diharapkan tidak bergantung pada anggota keluarga atau generasi yang masih bekerja ketika memasuki usia lanjut.

Ia juga menilai isu dana pensiun semakin penting karena Indonesia sedang menikmati bonus demografi, tetapi secara perlahan akan menghadapi peningkatan jumlah penduduk lanjut usia. Persiapan sejak masa kerja dinilai menjadi salah satu langkah untuk menghadapi perubahan demografi tersebut.

Yassierli pun mendorong kerja sama antara pemerintah, sektor keuangan, dunia usaha, dan berbagai pihak terkait agar perlindungan bagi pekerja dapat mencakup hingga masa pascakerja.Di sisi lain, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan Bulan Dana Pensiun 2026 diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keuangan untuk masa depan.

OJK mencatat tingkat literasi dana pensiun masyarakat Indonesia baru berada di angka 22 persen. Data tersebut menunjukkan masih terdapat pekerjaan besar untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat mempersiapkan dana pensiun sejak dini.

Friderica menekankan, persiapan dana pensiun idealnya dimulai sejak seseorang memasuki dunia kerja, baik sebagai pekerja mandiri maupun karyawan. Karena itu, edukasi dan sosialisasi perlu terus diperkuat melalui kolaborasi OJK, pemerintah, DPR, asosiasi, serta industri dana pensiun.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular