MEDIAAKU.COM – Mengigau atau berbicara saat tidur merupakan hal yang cukup sering terjadi pada anak-anak. Banyak orang tua merasa khawatir ketika mendengar anaknya berbicara, menangis, atau bahkan berteriak saat sedang tertidur. Namun, dalam banyak kasus, mengigau merupakan kondisi yang normal dan tidak berbahaya.
Menurut Jodi A. Mindell, dalam bukunya “Sleeping Through the Night”, mengigau pada anak biasanya terjadi karena otak masih aktif memproses pengalaman yang terjadi sepanjang hari.Saat tidur, terutama pada fase tidur dalam dan fase mimpi (REM), otak anak masih bekerja untuk mengolah emosi, ingatan, dan berbagai informasi yang mereka alami.
Selain itu, dokter spesialis anak Dr. William Sears dalam buku “The Baby Book” menjelaskan bahwa sistem saraf anak masih dalam tahap perkembangan. Karena itu, pola tidur mereka belum sepenuhnya stabil.Hal ini dapat menyebabkan anak mengalami berbagai fenomena tidur seperti mengigau, mimpi buruk, atau bahkan berjalan saat tidur.
Ada beberapa penyebab umum anak mengigau, di antaranya:
1.Kelelahan berlebihan
Anak yang terlalu lelah setelah beraktivitas seharian dapat mengalami tidur yang lebih gelisah sehingga memicu mengigau.
2.Stres atau emosi yang kuat
Perasaan takut, cemas, atau terlalu gembira dapat terbawa ke dalam mimpi anak.
3.Jadwal tidur yang tidak teratur
Tidur terlalu larut atau kurang tidur dapat mempengaruhi kualitas tidur anak.
4.Demam atau kondisi kesehatan tertentu
Saat anak sakit atau demam, aktivitas otak saat tidur bisa menjadi lebih aktif sehingga memicu mengigau.
Bagi orang tua, penting untuk tidak langsung panik ketika anak mengigau. Ciptakan lingkungan tidur yang nyaman, tenang, dan rutin. Pastikan anak memiliki jadwal tidur yang cukup serta kegiatan yang menenangkan sebelum tidur, seperti membaca buku atau mendengarkan cerita.
Perilaku anak saat tidur sering kali merupakan bagian dari proses tumbuh kembang mereka. Daripada merasa khawatir berlebihan, lebih baik kita memberikan perhatian, kasih sayang, serta menciptakan suasana yang aman dan menenangkan bagi anak. Dengan begitu, anak dapat tumbuh dengan sehat, baik secara fisik maupun emosional.(*/janu)

