Sunday, April 19, 2026
HomeIbu dan AnakDi Balik Sikap Membantah Anak: 5 Alasan yang Perlu Dipahami Orang Tua

Di Balik Sikap Membantah Anak: 5 Alasan yang Perlu Dipahami Orang Tua

MEDIAAKU.COM – Ketika anak membantah orang tua seringkali dianggap sebagai tanda anak tidak sopan atau tidak patuh. Padahal dalam banyak kasus, perilaku tersebut bisa terjadi karena proses perkembangan psikologis anak.

Para ahli perkembangan anak menjelaskan bahwa membantah tidak selalu berarti anak ingin melawan, tetapi bisa menjadi cara mereka mengekspresikan pikiran dan perasaan.

Berikut lima alasan mengapa anak sering membantah orang tua.

1.Proses Mencari Jati Diri

Menurut psikolog perkembangan Erik Erikson, masa remaja adalah tahap pencarian identitas. Dalam bukunya tentang “perkembangan psikososial”, ia menjelaskan bahwa anak mulai mempertanyakan aturan dan nilai yang diberikan orang tua. Ketika anak membantah, sering kali mereka sebenarnya sedang mencoba memahami siapa diri mereka dan apa yang mereka yakini.

2.Ingin Didengar dan Dihargai

Dalam buku “How to Talk So Kids Will Listen & Listen So Kids Will Talk” karya Adele Faber dan Elaine Mazlish, dijelaskan bahwa anak sering membantah karena merasa pendapatnya tidak didengarkan. Ketika anak merasa diabaikan, mereka cenderung berbicara lebih keras atau menolak perintah sebagai bentuk protes.

3.Cara Menunjukkan Kemandirian

Psikolog anak Dr. Laura Markham menjelaskan bahwa membantah kadang merupakan tanda bahwa anak sedang belajar mandiri. Mereka ingin mencoba membuat keputusan sendiri. Jika orang tua terlalu mengontrol, anak bisa menunjukkan perlawanan sebagai usaha mempertahankan kebebasan mereka.

4.Meniru Lingkungan Sekitar

Anak belajar dari apa yang mereka lihat. Dalam teori “Social Learning” oleh Albert Bandura, perilaku seseorang dapat terbentuk melalui proses meniru. Jika anak sering melihat orang di sekitarnya berbicara dengan nada tinggi atau berdebat, mereka bisa meniru cara tersebut ketika berkomunikasi dengan orang tua.

5.Emosi yang Belum Terkontrol

Menurut buku “Emotional Intelligence” karya Daniel Goleman, anak dan remaja masih dalam proses belajar mengelola emosi. Ketika mereka marah, kecewa, atau stres, membantah bisa menjadi cara spontan untuk meluapkan perasaan tersebut.

Membantah bukan selalu tanda anak tidak menghormati orang tua. Kadang itu adalah sinyal bahwa anak ingin dipahami, didengar, dan dibimbing. Oleh karena itu, orang tua perlu bersikap sabar, membuka komunikasi yang sehat, dan memberi contoh sikap yang baik.

Sementara bagi anak, penting untuk belajar menyampaikan pendapat dengan cara yang sopan.Dengan saling memahami, hubungan antara orang tua dan anak dapat menjadi lebih harmonis dan penuh kasih.(*/janu)

RELATED ARTICLES

Terpopular