Thursday, August 27, 2026
HomePendidikanDorong Mahasiswa Jadi Wirausaha, Menteri UMKM Tekankan Pentingnya Menciptakan Lapangan Kerja

Dorong Mahasiswa Jadi Wirausaha, Menteri UMKM Tekankan Pentingnya Menciptakan Lapangan Kerja

MEDIAAKU.COM – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mendorong mahasiswa untuk tidak hanya mempersiapkan diri sebagai pencari kerja setelah lulus, tetapi juga berani membangun usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan.Hal itu disampaikan Maman dalam orasi ilmiah di Universitas Sumatera Utara (USU), belum lama ini.

Melansir laman KemenUMKM, Kamis (27/8/2026) Menurutnya, perubahan cara pandang generasi muda diperlukan untuk menghadapi tantangan ketenagakerjaan di Indonesia. Saat ini, jumlah pengangguran tercatat sekitar 7,2 juta orang, sedangkan sekitar 85,3 juta pekerja masih berada di sektor informal.

Maman menilai perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menumbuhkan semangat kewirausahaan. Kampus tidak hanya diharapkan menghasilkan lulusan yang siap bekerja, tetapi juga mampu menjadi tempat berkembangnya calon pengusaha melalui inkubator bisnis, pelatihan, pendampingan, serta pengembangan model usaha.

Ia mencontohkan perjalanan pengusaha Chairul Tanjung yang telah mulai berbisnis sejak menjadi mahasiswa. Dari kegiatan sederhana seperti menjual buku dan menyediakan jasa fotokopi, usahanya kemudian berkembang menjadi bisnis besar. Menurut Maman, pengalaman tersebut membuktikan bahwa peluang usaha dapat dimulai dari kemampuan melihat kebutuhan di lingkungan sekitar.

Potensi anak muda untuk terjun ke dunia bisnis pun dinilai cukup tinggi. Berdasarkan data UNDP yang disampaikan Maman, sekitar 81 persen generasi muda Indonesia memiliki keinginan untuk menjadi wirausaha. Tantangannya adalah mengubah minat tersebut menjadi bisnis yang nyata, bertahan dalam jangka panjang, dan mampu menyerap tenaga kerja.

Karena itu, Kementerian UMKM siap memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi untuk membangun ekosistem kewirausahaan yang lebih terarah. Pemerintah juga terus mendorong penyederhanaan legalitas dan sertifikasi agar masyarakat yang ingin memulai maupun mengembangkan usaha dapat memperoleh akses layanan dengan lebih mudah.

Selain kewirausahaan, Maman menyoroti pentingnya hilirisasi hasil penelitian kampus. Riset yang dihasilkan perguruan tinggi diharapkan tidak berhenti sebagai karya akademik, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk atau inovasi yang memiliki nilai ekonomi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Mahasiswa juga diminta mempersiapkan diri menghadapi perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial (AI). Perubahan digital diyakini akan melahirkan berbagai model bisnis dan jenis pekerjaan baru. Kondisi tersebut membuat generasi muda perlu memiliki kemampuan beradaptasi serta berani memanfaatkan teknologi sebagai peluang.

Untuk memperluas akses layanan bagi pelaku UMKM, Kementerian UMKM turut memperkenalkan SAPA UMKM. Platform digital tersebut dirancang untuk membantu pelaku usaha memperoleh berbagai layanan, seperti pelatihan, pembiayaan, hingga pemasaran.

Melalui kolaborasi pemerintah dan perguruan tinggi, penguatan inkubator bisnis, pemanfaatan hasil riset, serta dukungan teknologi dan kemudahan legalitas, semakin banyak mahasiswa diharapkan berani memilih kewirausahaan sebagai jalur karier. Dengan bertambahnya pengusaha baru, peluang pembukaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi nasional juga semakin besar.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular