MEDIAAKU.COM – Sashimi merupakan salah satu hidangan paling ikonik dari Jepang yang dikenal di seluruh dunia.Sashimi hanya terdiri dari irisan tipis ikan atau makanan laut segar yang disajikan tanpa nasi. Meski tampak sederhana, hidangan ini memiliki sejarah panjang yang mencerminkan budaya Jepang dalam menghargai kualitas bahan makanan, ketelitian, dan keselarasan dengan alam.
Sejarah sashimi diperkirakan telah dimulai sejak periode Muromachi (1336–1573) ketika masyarakat Jepang mengawetkan ikan dengan berbagai cara karena belum mengenal teknologi pendingin. Seiring berkembangnya teknik penangkapan ikan dan distribusi hasil laut, masyarakat mulai menikmati ikan dalam keadaan sangat segar.
Pada zaman Edo (1603–1868), sashimi semakin populer di kota-kota besar seperti Edo (kini Tokyo), terutama berkat meningkatnya pasokan ikan segar dari Teluk Edo.Kata sashimi berasal dari bahasa Jepang, yaitu sashi yang berarti “menusuk” dan mi yang berarti “daging”. Menurut sejarah, potongan ekor atau sirip ikan dahulu ditusukkan pada irisan ikan sebagai penanda jenis ikan yang disajikan. Tradisi tersebut kemudian berkembang menjadi seni penyajian yang indah dan elegan.
Ahli kuliner Jepang, Naomichi Ishige, dalam bukunya “The History and Culture of Japanese Food”, menjelaskan bahwa budaya makan ikan mentah di Jepang berkembang karena masyarakat memiliki akses terhadap hasil laut yang melimpah serta menjunjung tinggi kesegaran bahan makanan. Ia menegaskan bahwa kualitas sashimi sangat bergantung pada kesegaran ikan dan keterampilan koki dalam mengolahnya.
Sementara itu, Theodore C. Bestor, dalam bukunya “Tsukiji: The Fish Market at the Center of the World”, mengungkapkan bahwa keberadaan Pasar Ikan Tsukiji di Tokyo berperan besar dalam menjaga standar mutu ikan yang digunakan untuk sashimi. Menurutnya, sistem distribusi ikan yang cepat dan ketat memungkinkan masyarakat menikmati sashimi dengan kualitas terbaik setiap hari.
Kini, sashimi telah menjadi hidangan internasional yang disajikan di berbagai negara. Selain menggunakan tuna dan salmon, sashimi juga dibuat dari cumi-cumi, kerang, gurita, hingga ikan ekor kuning. Penyajiannya biasanya dilengkapi dengan wasabi, kecap asin, serta irisan lobak putih sebagai pelengkap yang menambah cita rasa.
Sebuah hidangan sederhana dapat menjadi simbol budaya yang mendunia apabila dibuat dengan ketelitian, rasa hormat terhadap alam, dan komitmen menjaga kualitas. Dari Kesederhanaan yang dipadukan dengan keahlian dan dedikasi mampu menghasilkan karya yang bernilai tinggi dan dihargai oleh banyak orang.(*/janu)

