MEDIAAKU.COM – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengambil langkah cepat untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung di tengah bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Kalimantan.
Melansir laman Kemendikdasmen, Senin (24/8/2026) Berdasarkan data BNPB dan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) per 11 Agustus 2026, dampak Karhutla telah menjangkau ribuan satuan pendidikan. Sebanyak 3.524 sekolah dengan sekitar 571.338 murid saat ini menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di sejumlah wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan, penanganan pendidikan di tengah bencana harus berpegang pada tiga prinsip utama. Keselamatan warga sekolah menjadi prioritas, hak murid untuk mendapatkan pendidikan harus tetap terpenuhi, serta pemulihan setelah bencana perlu dipersiapkan sejak awal.
“Kemendikdasmen siap bergerak cepat bersama seluruh kementerian/lembaga terkait guna memastikan seluruh murid terdampak Karhutla tidak kehilangan hak belajar,” ujar Abdul Mu’ti.
Untuk mendukung pelaksanaan PJJ, Kemendikdasmen meminta kepala sekolah, pengawas, pembina, dan penilik memastikan kegiatan pembelajaran tetap berjalan secara efektif. Kepala sekolah memiliki peran utama dalam mengendalikan sekaligus mengawasi pelaksanaan PJJ, sedangkan pengawas dan pihak terkait membantu melakukan pemantauan serta pembinaan.
Salah satu daerah yang menerapkan kebijakan PJJ adalah Kota Banjarbaru. Berdasarkan Surat Edaran Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru tertanggal 21 Agustus 2026, seluruh satuan pendidikan melaksanakan PJJ pada 24-28 Agustus 2026. Kegiatan belajar tetap mengikuti jadwal normal yang dimulai pukul 07.30 WITA. Sementara itu, pendidik dan tenaga kependidikan tetap menjalankan tugas di sekolah dengan ketentuan yang telah disesuaikan.
Selain memperbarui Surat Edaran Menteri mengenai protokol pembelajaran saat kondisi darurat asap, Kemendikdasmen juga menyiapkan sejumlah langkah tambahan. Di antaranya mengaktifkan Posko Pendidikan Darurat Karhutla di lima provinsi prioritas, melakukan pelaporan kondisi pembelajaran setiap hari melalui Dapodik, serta menyalurkan masker medis dan paket kesehatan bagi sekolah yang terdampak.
Pemantauan kondisi akan dilakukan hingga akhir September dengan mempertimbangkan perkembangan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) setiap hari. Untuk menjaga keberlangsungan pembelajaran, Kemendikdasmen juga menyiapkan modul belajar, ruang kelas aman asap di sekolah rujukan, layanan psikososial, serta fleksibilitas pemanfaatan dana BOP dan BOS untuk kebutuhan yang berkaitan dengan kondisi darurat asap.
Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah berupaya menjaga agar kondisi Karhutla tidak menghambat hak pendidikan anak sekaligus memastikan keselamatan murid dan seluruh warga sekolah tetap menjadi perhatian utama.(*/Stephany)

