Monday, June 29, 2026
HomeIbu dan AnakEmosi yang Tak Stabil Saat Hamil: Haruskah Dikhawatirkan?

Emosi yang Tak Stabil Saat Hamil: Haruskah Dikhawatirkan?

MEDIAAKU.COM – Perubahan emosi selama kehamilan adalah hal yang umum terjadi, termasuk perasaan mudah tersinggung dan marah. Kondisi ini sering kali membingungkan, baik bagi ibu hamil maupun orang di sekitarnya.

Namun, secara ilmiah, hal ini dapat dijelaskan melalui perubahan hormon dan kondisi psikologis yang dialami selama masa kehamilan.Menurut Dr. Laura Berman, lonjakan hormon seperti estrogen dan progesteron berperan besar dalam memengaruhi suasana hati ibu hamil.

Dalam bukunya “Real Sex for Real Women”, ia menjelaskan bahwa perubahan hormon dapat memperkuat respons emosional seseorang, sehingga hal-hal kecil pun bisa terasa lebih mengganggu dari biasanya.

Selain faktor hormonal, kelelahan fisik juga menjadi penyebab penting.Tubuh ibu hamil bekerja lebih keras untuk mendukung perkembangan janin. Hal ini dapat menyebabkan kelelahan yang berujung pada penurunan kesabaran dan peningkatan emosi negatif.

Faktor psikologis juga tidak kalah penting. Kekhawatiran tentang kesehatan bayi, proses persalinan, hingga perubahan peran sebagai orang tua dapat menimbulkan tekanan mental.Menurut Dr. Daniel Goleman, dalam konsep “Emotional Intelligence”, kemampuan mengelola emosi menjadi kunci penting dalam menghadapi situasi penuh tekanan.

Pada ibu hamil, kemampuan ini bisa terganggu sementara akibat perubahan biologis dan psikologis.Untuk mengatasi kondisi ini, ibu hamil disarankan menjaga pola istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi, serta berbagi perasaan dengan pasangan atau orang terdekat.

Aktivitas relaksasi seperti meditasi ringan atau berjalan santai juga dapat membantu menstabilkan emosi.Penting bagi lingkungan sekitar untuk memberikan dukungan emosional dan memahami bahwa perubahan sikap ini bukanlah kesengajaan, melainkan bagian dari proses alami kehamilan.

Kehamilan bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan emosional. Memahami dan menerima perubahan perasaan adalah langkah awal menuju kehamilan yang lebih sehat dan bahagia. Dukungan, empati, dan komunikasi yang baik akan membantu ibu hamil melewati masa ini dengan lebih tenang dan penuh kesiapan.(*/janu)

RELATED ARTICLES

Terpopular