MEDIAAKU.COM – Di era media sosial yang serba cepat, banyak orang merasa harus selalu mengikuti tren terbaru agar tidak dianggap tertinggal. Perasaan khawatir karena tidak ikut dalam suatu aktivitas, tren, atau pengalaman yang sedang dinikmati orang lain dikenal sebagai FOMO (Fear of Missing Out).
FOMO tidak hanya muncul saat melihat tren viral. Kondisi ini juga bisa terjadi ketika seseorang melihat unggahan konser, acara tertentu, atau aktivitas teman-temannya di media sosial. Akibatnya, perhatian menjadi teralihkan dari kehidupan yang sedang dijalani dan lebih fokus pada apa yang dilakukan orang lain.
Melansir dari beberapa sumber dan Verywell mind, meski terlihat sepele, FOMO dapat memberikan sejumlah dampak negatif, terutama bagi kalangan remaja dan generasi muda.
1.Meningkatkan Rasa Cemas
Salah satu dampak paling umum dari FOMO adalah munculnya kecemasan. Seseorang yang terus-menerus merasa takut tertinggal akan lebih sering khawatir dan gelisah karena menganggap ada banyak hal menarik yang sedang terjadi tanpa dirinya.
2.Memicu Perasaan Kesepian
Ketika terlalu sering membandingkan diri dengan orang lain, seseorang bisa merasa terasing atau tidak termasuk dalam lingkungan sosialnya. Perasaan seolah-olah selalu ditinggalkan atau tidak diajak dalam berbagai kegiatan dapat meningkatkan rasa kesepian.
3.Menurunkan Kualitas Hidup
FOMO juga berpotensi mengganggu pola hidup sehat. Keinginan untuk selalu mengikuti perkembangan media sosial dapat membuat seseorang mengabaikan waktu istirahat, kurang tidur, hingga tidak memperhatikan pola makan yang baik. Jika berlangsung dalam jangka panjang, kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan fisik maupun mental.
4.Kehilangan Kendali atas Kehidupan Pribadi
Orang yang mengalami FOMO sering merasa harus menerima setiap ajakan atau kesempatan agar tidak ketinggalan pengalaman tertentu. Kebiasaan ini dapat menyulitkan dalam mengatur waktu, mengurangi kesempatan untuk beristirahat, bahkan memengaruhi kondisi keuangan karena terlalu banyak mengikuti berbagai aktivitas.
5.Meningkatkan Risiko Kecanduan Media Sosial
FOMO memiliki kaitan erat dengan penggunaan media sosial yang berlebihan. Semakin sering seseorang memantau aktivitas orang lain, semakin besar dorongan untuk terus membuka media sosial. Kondisi ini dapat memperkuat kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain dan memperburuk dampak psikologis yang dirasakan.
Pada dasarnya, rasa takut tertinggal merupakan hal yang wajar. Namun, penting untuk tidak larut dalam perasaan tersebut. Memusatkan perhatian pada tujuan, kebahagiaan, dan pencapaian diri sendiri dapat membantu mengurangi FOMO serta membuat hidup terasa lebih seimbang dan menyenangkan.(*/Stephany)

