Saturday, May 16, 2026
HomePolitikIndonesia Dorong Peran BRICS Perkuat Suara Negara Berkembang di Forum Global

Indonesia Dorong Peran BRICS Perkuat Suara Negara Berkembang di Forum Global

MEDIAAKU.COM – Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, menegaskan pentingnya peran BRICS sebagai wadah penguatan suara negara-negara berkembang dalam membentuk tatanan dunia masa depan. Pernyataan tersebut  belum lama ini disampaikan dalam pertemuan BRICS Foreign Ministers’ Meeting (FMM) yang berlangsung di New Delhi, India.

Melansir laman Kemenlu, Sabtu (16/5/2026) Tahun ini, BRICS berada di bawah kepemimpinan India dengan mengusung tema “Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability”. Selain itu, tahun 2026 menjadi momentum penting karena menandai tahun kedua Indonesia sebagai anggota BRICS sekaligus peringatan 20 tahun berdirinya kelompok tersebut sejak dibentuk pada 2006.

Dalam forum tersebut, Menlu Sugiono mengikuti dua sesi utama, yakni sesi tertutup yang membahas isu global dan regional serta sesi terbuka bertema pembangunan ketahanan, inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan.

Pada kesempatan itu, Indonesia menekankan bahwa BRICS sebagai representasi kekuatan Global South harus mengambil peran aktif dalam menjaga perdamaian dan stabilitas internasional. Salah satu langkah yang dianggap penting ialah mendorong penegakan hukum internasional secara adil tanpa penerapan standar ganda.

Indonesia juga menegaskan bahwa BRICS seharusnya menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan dunia, bukan justru memperdalam polarisasi global. Dalam kaitan tersebut, pemerintah kembali menyampaikan dukungan penuh terhadap perjuangan Palestina serta implementasi Solusi Dua Negara.

Selain membahas isu geopolitik, Menlu Sugiono turut menyoroti gugurnya empat personel penjaga perdamaian Indonesia yang bertugas di bawah misi UNIFIL. Indonesia meminta adanya pertanggungjawaban penuh dari pihak yang terlibat dan menegaskan bahwa keamanan pasukan perdamaian PBB merupakan prinsip yang tidak bisa ditawar.

Di bidang ekonomi global, Indonesia menilai reformasi tata kelola internasional perlu segera diperkuat agar mampu menjawab tantangan zaman. Pemerintah juga menekankan pentingnya sistem perdagangan dunia yang lebih inklusif, terbuka, dan bebas diskriminasi dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) tetap menjadi fondasi utama.

Sejalan dengan tema keketuaan India, Indonesia menyambut baik upaya penguatan New Development Bank (NDB). Pemerintah pun menyampaikan bahwa proses internal untuk bergabung dengan lembaga tersebut sedang diselesaikan.

Ke depan, Indonesia memandang BRICS sebagai forum strategis untuk memperluas kerja sama di berbagai bidang, mulai dari ekonomi, energi, kesehatan, perubahan iklim, hingga reformasi tata kelola global.

Keanggotaan Indonesia di BRICS diharapkan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi kepentingan nasional. Pasalnya, kelompok tersebut merepresentasikan sekitar 28 hingga 30 persen produk domestik bruto dunia dan mencakup hampir 45 persen populasi global.

BRICS Foreign Ministers’ Meeting sendiri merupakan forum penting di tingkat menteri luar negeri yang menjadi bagian dari rangkaian menuju Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18. Agenda puncak tersebut dijadwalkan berlangsung pada 12–13 September 2026 di New Delhi, India.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular