Saturday, May 16, 2026
HomeBeritaKP2MI Jajaki Kerja Sama Penempatan Pekerja Migran Terampil dengan Delegasi Dubai

KP2MI Jajaki Kerja Sama Penempatan Pekerja Migran Terampil dengan Delegasi Dubai

MEDIAAKU.COM – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI/BP2MI) menerima kunjungan delegasi dari Dubai dalam sebuah audiensi yang berlangsung di Ruang Rapat Adelina Sau, Jakarta belum lama ini.

Melansir laman KP2MI, Sabtu (16/5/2026) Pertemuan tersebut membahas peluang kolaborasi dalam pengembangan hingga penempatan pekerja migran Indonesia yang memiliki keterampilan dan kompetensi profesional.

Kerja sama yang dijajaki mencakup sejumlah negara tujuan penempatan, seperti Arab Saudi, Jepang, Taiwan, serta beberapa negara di kawasan Timur Tengah lainnya. Fokus utama pembahasan diarahkan pada penguatan tenaga kerja terampil dan semi-terampil agar mampu memenuhi kebutuhan pasar kerja internasional.

Audiensi dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Dzulfikar Ahmad Tawalla. Pertemuan itu juga dihadiri Direktur Jenderal Penempatan Ahnas serta Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri, Dwi Setiawan. Sementara pihak delegasi Dubai dipimpin oleh Mr. Rozal Rahman bersama sejumlah mitra internasional.

Dalam kesempatan tersebut, delegasi Dubai menyampaikan minat mereka untuk bekerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia Indonesia melalui berbagai program, mulai dari pelatihan, capacity building, hingga penempatan tenaga kerja di sektor-sektor strategis.

Mereka juga menjelaskan telah menjalin usaha patungan atau joint venture dengan mitra di Arab Saudi, Tiongkok, dan Bangladesh guna mendukung pengembangan tenaga kerja yang nantinya ditempatkan di kawasan Timur Tengah, Jepang, maupun Taiwan.

Perwakilan delegasi menilai pekerja migran Indonesia memiliki citra positif di pasar global, terutama di Jepang. Karena itu, mereka ingin mempelajari sistem pelatihan tenaga kerja Indonesia yang dinilai berhasil mencetak pekerja berkualitas sesuai kebutuhan industri internasional.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri, Dwi Setiawan, menegaskan bahwa pemerintah Indonesia kini memprioritaskan pengembangan tenaga kerja profesional yang memiliki standar kompetensi dan sertifikasi resmi.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar di berbagai bidang, seperti kesehatan, manufaktur, konstruksi, hingga perhotelan. Pemerintah pun terus memperkuat ekosistem pendidikan vokasi dan pelatihan profesional melalui universitas maupun lembaga pelatihan guna menyesuaikan kebutuhan pasar kerja global yang semakin spesifik.

Selain itu, pemerintah menegaskan perannya sebagai regulator yang menetapkan standar tata kelola penempatan pekerja migran. Adapun implementasi kerja sama bisnis dilakukan melalui skema business to business (B2B) bersama perusahaan atau agensi resmi yang telah terdaftar.

Dalam audiensi tersebut, delegasi Dubai juga menyoroti tingginya permintaan pekerja migran Indonesia di Taiwan dan Hong Kong, khususnya pada sektor caregiver dan layanan kesehatan. Mereka menilai kebutuhan tenaga kerja di bidang tersebut membuka peluang besar bagi perluasan kerja sama pelatihan dan penempatan pekerja migran Indonesia di pasar internasional.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular