Tuesday, June 2, 2026
HomeEkonomiKemendag Dorong Produk Halal Indonesia Tembus Pasar Global

Kemendag Dorong Produk Halal Indonesia Tembus Pasar Global

MEDIAAKU.COM – Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menegaskan pentingnya memperluas akses pasar internasional bagi produk halal Indonesia guna memaksimalkan potensi industri halal nasional yang terus berkembang. Melansir laman Kemendag, Selasa (2/6/2026) Langkah tersebut dinilai strategis untuk meningkatkan daya saing sekaligus memperbesar kontribusi produk halal Indonesia di pasar dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan saat penutupan International Halal Brands and Food Expo (IHBF) 2026 yang berlangsung di NICE PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten. Dalam kesempatan itu, Roro menekankan bahwa Indonesia harus mampu menghadapi tantangan geopolitik dan ekonomi global dengan memperkuat ketahanan ekonomi melalui perluasan kerja sama perdagangan dan pembukaan pasar ekspor baru.

Menurutnya, pemerintah saat ini terus menjajaki peluang di berbagai kawasan potensial, termasuk Amerika Latin, Afrika, dan Amerika Utara. Upaya tersebut dilakukan agar semakin banyak produk Indonesia, khususnya produk halal, dapat diterima dan bersaing di pasar internasional.

Potensi industri halal global sendiri terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Nilai pasar halal dunia diperkirakan mencapai USD 3,2 triliun pada 2025. Kondisi ini menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor melalui penguatan kualitas dan daya saing produk halal nasional.

Kinerja perdagangan produk halal Indonesia juga mencatat hasil positif. Sepanjang 2025, nilai ekspor produk halal mencapai USD 63,42 miliar, sementara impor tercatat sebesar USD 12,24 miliar. Dengan demikian, Indonesia berhasil membukukan surplus perdagangan produk halal sebesar USD 51,17 miliar.

Meski demikian, pemerintah berharap nilai ekspor tersebut dapat terus meningkat sehingga posisi Indonesia di pasar halal global semakin kuat. Pada periode Januari hingga Maret 2026, ekspor produk halal Indonesia mencapai USD 15,64 miliar atau tumbuh 2,52 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Produk ekspor halal Indonesia masih didominasi oleh kelapa sawit beserta turunannya dengan nilai mencapai USD 34,16 miliar. Sektor lainnya yang memberikan kontribusi besar adalah fesyen Muslim senilai USD 8,67 miliar serta bahan kimia untuk kebutuhan kosmetik halal sebesar USD 5,46 miliar.

Adapun pasar tujuan utama produk halal Indonesia meliputi Tiongkok dengan nilai ekspor USD 10,73 miliar, Amerika Serikat USD 10,16 miliar, India USD 5,07 miliar, dan Malaysia sebesar USD 3,21 miliar.

Untuk mendukung peningkatan ekspor, Kementerian Perdagangan terus memperkuat berbagai program fasilitasi bagi pelaku usaha, salah satunya melalui UMKM BISA Ekspor. Selama Januari hingga April 2026, program tersebut telah menyelenggarakan 278 kegiatan yang melibatkan ratusan pelaku usaha dan menghasilkan transaksi senilai USD 107,34 juta, terdiri atas pesanan pembelian serta potensi transaksi.

Selain itu, pelaku usaha juga didorong memanfaatkan platform digital Inaexport sebagai sarana promosi produk Indonesia ke pasar internasional. Kemendag turut menyediakan pendampingan melalui Export Center yang telah beroperasi di Surabaya, Makassar, Batam, dan Balikpapan.

Dalam kesempatan tersebut, Roro juga mengajak pelaku usaha dan produsen produk halal untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang akan digelar pada 14–18 Oktober 2026. Ajang tersebut dinilai menjadi wadah penting untuk memperluas jaringan bisnis sekaligus memperkenalkan produk halal Indonesia kepada pembeli dari berbagai negara.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang UMKM Kadin Indonesia sekaligus Ketua Pelaksana IHBF Expo 2026, Rifda Ammarina, menyebut Indonesia memiliki peluang besar menjadi salah satu pemain utama dalam industri halal global. Namun, hal itu memerlukan dukungan berupa peningkatan promosi, penambahan jumlah produk bersertifikat halal, serta kolaborasi yang kuat antar pemangku kepentingan.

Hal serupa disampaikan pemilik Gudeg Simbok, Eko Sasmito Nugroho. Ia menilai pameran berlangsung sukses dan mampu mendatangkan banyak pengunjung. Menurutnya, kegiatan semacam ini sangat bermanfaat bagi UMKM untuk memperluas jaringan usaha dan meningkatkan promosi produk. Eko berharap pameran serupa dapat lebih sering diselenggarakan dengan biaya partisipasi yang lebih terjangkau agar semakin banyak UMKM dapat ikut serta.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular