MEDIAAKU.COM – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mengakselerasi berbagai program prioritas guna mewujudkan pendidikan berkualitas yang dapat diakses seluruh masyarakat. Upaya tersebut sejalan dengan visi pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pembangunan generasi masa depan Indonesia.
Melansir BeritaSatu, Minggu (14/6/2026) dalam pertemuan dengan Presiden RI, Prabowo Subianto, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, melaporkan perkembangan sejumlah program strategis yang tengah dijalankan. Program tersebut mencakup revitalisasi sekolah, transformasi pembelajaran berbasis teknologi, peningkatan kesejahteraan guru, hingga penguatan kompetensi tenaga pendidik.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah revitalisasi satuan pendidikan. Pada 2025, program tersebut berhasil menjangkau lebih dari 16 ribu sekolah di berbagai daerah dengan dukungan anggaran mencapai lebih dari Rp16,9 triliun. Memasuki 2026, pelaksanaan revitalisasi terus dipercepat dan telah menunjukkan kemajuan signifikan. Ribuan sekolah ditargetkan selesai direnovasi pada Juli hingga Agustus 2026 agar dapat digunakan pada tahun ajaran baru.
Menurut Abdul Mu’ti, revitalisasi sekolah tidak hanya bertujuan memperbaiki fasilitas pendidikan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Melalui sistem swakelola, program ini diperkirakan mampu membuka peluang kerja bagi sekitar 1,1 juta tenaga kerja dengan masa pekerjaan beberapa bulan, sehingga turut mendorong perputaran ekonomi di daerah.
Selain pembangunan infrastruktur, Kemendikdasmen juga memperkuat transformasi pendidikan melalui digitalisasi pembelajaran. Ratusan ribu perangkat interactive flat panel telah didistribusikan ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia untuk mendukung proses belajar yang lebih modern, interaktif, dan sesuai dengan perkembangan teknologi.
Pemerintah juga terus berupaya meningkatkan kesejahteraan guru. Salah satunya melalui penyederhanaan mekanisme penyaluran tunjangan profesi guru (TPG) bagi guru aparatur sipil negara yang kini dikirim langsung ke rekening penerima. Guru ASN menerima tunjangan setara satu kali gaji pokok setiap bulan, sementara guru non-ASN yang telah memiliki sertifikat pendidik tetap memperoleh bantuan sebesar Rp2 juta per bulan.
Di sisi lain, peningkatan kompetensi guru juga menjadi fokus penting. Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi guru yang belum memiliki kualifikasi akademik D-4 atau S-1 diperluas secara signifikan pada 2026. Jumlah peserta yang sebelumnya hanya puluhan ribu kini meningkat menjadi 150 ribu guru. Setiap peserta mendapatkan bantuan pendidikan sebesar Rp3 juta per semester untuk mendukung penyelesaian studi mereka.
Kemendikdasmen optimistis berbagai langkah tersebut akan memperkuat kualitas pendidikan nasional. Melalui perbaikan sarana sekolah, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, peningkatan kesejahteraan guru, serta perluasan akses pendidikan bagi tenaga pendidik, pemerintah berharap mampu mencetak sumber daya manusia yang lebih unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan.(*/Stephany)

