Monday, June 29, 2026
HomePendidikanKemendikdasmen Perkuat Pembelajaran Mendalam untuk Hadapi Tantangan Era Digital

Kemendikdasmen Perkuat Pembelajaran Mendalam untuk Hadapi Tantangan Era Digital

MEDIAAKU.COM – Perkembangan teknologi yang semakin pesat telah mengubah berbagai aspek kehidupan, mulai dari cara berkomunikasi, berbisnis, hingga tata kelola dunia. Kondisi ini menghadirkan banyak peluang, tetapi juga tantangan baru yang menuntut generasi muda memiliki kemampuan lebih dari sekadar menguasai teknologi.

Melihat kondisi tersebut, pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk sumber daya manusia yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga mampu berpikir kritis, memecahkan persoalan, bekerja sama, dan beradaptasi dengan perubahan yang berlangsung sangat cepat.

Melansir laman Kemendikdasmen, Senin (29/6/2026) untuk menjawab kebutuhan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mengembangkan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Pendekatan ini menekankan proses belajar yang lebih bermakna, reflektif, serta berkaitan langsung dengan situasi yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, saat menyampaikan kuliah umum bertema Hukum Internasional dan Tantangannya pada Era Digital di Batam, Kepulauan Riau.

Menurut Atip, transformasi digital telah melahirkan berbagai persoalan baru, seperti ancaman keamanan siber, perlindungan data pribadi, kejahatan lintas negara, hingga perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Karena itu, generasi muda perlu terus meningkatkan kemampuan belajar, mudah beradaptasi, memiliki pola pikir kritis, serta memahami dampak positif maupun negatif dari kemajuan teknologi.Ia juga menekankan bahwa pendidikan tidak hanya bertugas memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, kreativitas, kemampuan bernalar, dan kecakapan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

Melalui Pembelajaran Mendalam, peserta didik didorong untuk memahami materi secara menyeluruh, mengaitkannya dengan kehidupan nyata, serta mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi agar siap menghadapi persoalan yang semakin kompleks.

Selain itu, Atip mengingatkan bahwa setiap aktivitas di ruang digital memiliki konsekuensi hukum dan etika. Oleh sebab itu, literasi digital harus diimbangi dengan penguatan karakter dan kemampuan berpikir kritis agar teknologi dapat dimanfaatkan secara bijaksana.

Ia menegaskan bahwa hukum internasional harus terus berkembang mengikuti perubahan zaman sehingga mampu menjawab berbagai tantangan global, baik yang dihadapi saat ini maupun di masa mendatang.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular