Monday, June 29, 2026
HomeEkonomiPemerintah Perkuat Fundamental Ekonomi untuk Jaga Pertumbuhan Nasional

Pemerintah Perkuat Fundamental Ekonomi untuk Jaga Pertumbuhan Nasional

MEDIAAKU.COM – Pemerintah terus memperkuat berbagai sektor strategis guna menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global. Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan fundamental ekonomi, peningkatan investasi, perluasan pasar ekspor, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia agar pertumbuhan ekonomi dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Melansir laman Kemenko Perekonomian, Senin (29/6/2026) Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, mengatakan bahwa kondisi ekonomi Indonesia masih menunjukkan ketahanan yang baik meski dihadapkan pada berbagai tantangan global.

Menurutnya, fundamental ekonomi nasional tetap terjaga sehingga mampu menopang stabilitas perekonomian.Hal itu disampaikan Susiwijono saat memberikan keynote speech dalam Indonesia Financial Summit 2026 di Jakarta. Ia memaparkan bahwa sejumlah indikator ekonomi masih berada pada jalur positif.

Pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2025 tercatat sebesar 5,61 persen, inflasi Mei 2025 berada di angka 3,08 persen atau masih sesuai sasaran, indeks keyakinan konsumen tetap optimistis, PMI manufaktur kembali berada di zona ekspansi dengan level 50, cadangan devisa mencapai 144,9 miliar dolar AS atau setara 5,6 bulan impor, sementara realisasi investasi pada triwulan I hampir menyentuh Rp500 triliun.

Untuk mempertahankan momentum tersebut, pemerintah terus mengakselerasi berbagai program prioritas, seperti menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif, memperkuat sektor-sektor unggulan, mempercepat pengembangan ekonomi digital, mendorong hilirisasi industri, memperkuat ketahanan pangan dan energi, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Pemerintah juga memperluas akses pasar internasional melalui penyelesaian sejumlah perjanjian perdagangan dan kerja sama ekonomi dengan berbagai negara dan kawasan. Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk Indonesia sekaligus membuka peluang ekspor yang lebih besar bagi pelaku usaha nasional.

Di sektor investasi, pemerintah terus melakukan penyederhanaan regulasi, menghilangkan berbagai hambatan investasi, serta menyempurnakan sistem perizinan berusaha. Upaya tersebut ditujukan untuk meningkatkan realisasi investasi, membuka lapangan kerja baru, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih produktif.

Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu fokus utama melalui program vokasi dan magang yang disesuaikan dengan kebutuhan industri. Langkah ini diharapkan mampu menghasilkan tenaga kerja yang lebih kompeten dan siap menghadapi perubahan ekonomi global.

Dalam kesempatan tersebut, Susiwijono juga menjelaskan mengenai kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA). Kebijakan tersebut bertujuan mengoptimalkan manfaat devisa hasil ekspor dengan mewajibkan devisa dari sektor pertambangan, perkebunan, kehutanan, dan perikanan masuk ke sistem keuangan Indonesia. Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat likuiditas valuta asing, menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, meningkatkan cadangan devisa, serta mendukung pembiayaan pembangunan nasional.

Menurutnya, kebijakan DHE SDA bukan merupakan aturan baru, melainkan penyempurnaan dari kebijakan yang telah diterapkan sebelumnya. Optimalisasi pengelolaan devisa hasil ekspor diyakini akan memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global.

Susiwijono pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus membangun optimisme terhadap perekonomian nasional. Ia menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat sehingga kepercayaan investor perlu terus dijaga melalui penyampaian informasi yang objektif mengenai kondisi ekonomi nasional.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular