MEDIAAKU.COM – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus melakukan penanganan dampak kekeringan di sejumlah wilayah Jawa Barat. Melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Jawa Barat, bantuan air bersih telah disalurkan kepada masyarakat yang mengalami keterbatasan sumber air.
Melansir laman KemenPU, Sabtu (26/9/2026) Sejak 7 Juli hingga 22 September 2026, total 286.000 liter air bersih telah didistribusikan ke 10 kabupaten/kota. Wilayah tersebut meliputi Kota Cimahi serta Kabupaten Indramayu, Karawang, Kuningan, Bogor, Purwakarta, Cianjur, Cirebon, Sukabumi, dan Bandung Barat.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan ketersediaan air menjadi salah satu perhatian utama pemerintah, terutama ketika musim kemarau menyebabkan debit sejumlah sumber air menurun.
“Kekeringan bukan hanya persoalan berkurangnya air, tetapi menyangkut kebutuhan dasar masyarakat sehari-hari. Karena itu, Kementerian PU memastikan dukungan air bersih dapat segera diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Dody.
Dalam penyaluran tersebut, BPBPK Jawa Barat mengoperasikan 21 unit Mobil Tangki Air (MTA) dengan kapasitas masing-masing 4.000 liter. Selain itu, disediakan pula 26 Hidran Umum (HU) berkapasitas 2.000 liter. Bantuan ini telah menjangkau sekitar 57.200 jiwa.
Kepala BPBPK Jawa Barat Reva Sastrodiningrat mengatakan distribusi air dilakukan secara bertahap berdasarkan kondisi serta kebutuhan masing-masing daerah. Koordinasi dengan pemerintah daerah juga terus dilakukan agar bantuan dapat diterima masyarakat yang paling membutuhkan.
Penanganan ini merupakan tindak lanjut dari status siaga darurat kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan di Jawa Barat yang ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 360/Kep.307-BPBD/2026. Status tersebut berlaku mulai 1 Juli hingga 30 September 2026.
Kementerian PU menyatakan pemantauan kondisi kekeringan akan terus dilakukan. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait juga diperkuat untuk memastikan bantuan air bersih dapat diberikan secara tepat sasaran sesuai perkembangan kebutuhan di lapangan.(*/Stephany)

