MEDIAAKU.COM – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus memperkuat transformasi tata kelola UMKM nasional dengan meningkatkan kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Upaya ini dilakukan untuk mendorong peningkatan kualitas, produktivitas, serta daya saing pelaku UMKM di seluruh Indonesia.
Melansir laman KemenUMKM, Minggu (19/7/2026) Sekretaris Kementerian UMKM, Loto Srinaita Ginting, mengatakan salah satu langkah yang ditempuh adalah menghadirkan SAPA UMKM, yaitu platform layanan terpadu yang menggabungkan berbagai layanan pemerintah ke dalam satu akun dan satu sistem.
Dalam Rapat Kerja Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) bertema Pemberdayaan UMKM dalam Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Loto menjelaskan bahwa SAPA UMKM akan membantu pemerintah daerah memetakan potensi komoditas unggulan, memantau pelaksanaan program pembinaan, serta mengevaluasi perkembangan UMKM secara berkala berdasarkan data yang terintegrasi.
Melalui sistem tersebut, pemerintah daerah juga dapat memonitor perkembangan pelaku usaha secara real time sehingga penyusunan program dan alokasi anggaran menjadi lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan di lapangan. Integrasi data ini juga diharapkan mampu mengurangi tumpang tindih program pembinaan sehingga pendampingan UMKM di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota menjadi lebih efektif.
Selain membahas SAPA UMKM, Loto juga menyampaikan perkembangan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga 5 Juli 2026, realisasi penyaluran KUR telah mencapai Rp152,8 triliun atau sekitar 52,4 persen dari total plafon yang tersedia. Dana tersebut telah disalurkan kepada sekitar 2,4 juta debitur.
Meski menunjukkan tren yang positif, Kementerian UMKM menilai keterlibatan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan penyaluran KUR masih perlu ditingkatkan. Hingga 24 Juni 2026, baru 21 dari 38 provinsi yang aktif mengusulkan calon penerima pembiayaan melalui Sistem Informasi Kredit Program (SIKP).
Dari total 13.057 calon debitur yang diajukan pemerintah daerah, sebanyak 4.053 debitur telah berhasil memperoleh akad KUR atau memiliki tingkat keberhasilan sekitar 31 persen.Kementerian UMKM berharap seluruh pemerintah daerah dapat lebih aktif melakukan pendataan dan mengusulkan UMKM yang layak menerima pembiayaan.
Dengan dukungan ekosistem yang terintegrasi serta sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, UMKM Indonesia diharapkan mampu berkembang, naik kelas, dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.(*/Stephany)

