MEDIAAKU.COM – Pemerintah terus mendorong pengembangan sumber daya manusia di bidang olahraga melalui langkah strategis. Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, menyampaikan dukungannya terhadap program beasiswa olahraga yang ditujukan bagi atlet pelajar.
Melansir laman Kemenpora, Sabtu (18/4/2026) Program ini dinilai menjadi solusi penting untuk menjamin keberlanjutan pendidikan sekaligus masa depan atlet setelah tidak lagi aktif bertanding.
Hal tersebut disampaikan usai penandatanganan nota kesepahaman bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, di kantor Kemenpora, Jakarta. Kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam menyatukan sektor pendidikan dan olahraga.
Dalam kesempatan itu, Erick menjelaskan bahwa pemanfaatan beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan kini mengalami perluasan. Jika sebelumnya lebih difokuskan untuk studi di luar negeri, kini atlet juga memiliki kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan di dalam negeri. Ia menyebut kolaborasi ini sebagai solusi nyata bagi kebutuhan atlet dalam mengembangkan karier akademik mereka.
“Kita mendapatkan kerja sama yang benar-benar memberikan solusi kepada atlet kita, saya kira ini sangat luar biasa,” ujarnya.
Tidak hanya berfokus pada pendidikan, kerja sama ini juga mencakup pemanfaatan fasilitas olahraga yang dapat diintegrasikan dengan lingkungan perguruan tinggi. Sarana olahraga di sekitar kampus diharapkan bisa digunakan secara optimal melalui sinergi antara institusi pendidikan dan sektor olahraga. Erick menegaskan bahwa langkah ini akan membuat fasilitas yang ada lebih efektif dan maksimal pemanfaatannya.
Di sisi lain, Menteri Brian menyoroti pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendorong kemajuan olahraga berbasis ilmu pengetahuan. Ia menekankan bahwa perkembangan olahraga tidak bisa dipisahkan dari dukungan sains dan teknologi. Oleh karena itu, kampus didorong untuk aktif melakukan penelitian dan inovasi di bidang olahraga.
“Kami mendorong kampus untuk melakukan berbagai penelitian dan pengembangan. Kita tahu olahraga ini tidak lepas dari kemajuan sains dan teknologi,” katanya.
Lebih lanjut, Brian berharap semangat berolahraga juga semakin tumbuh di lingkungan kampus. Dengan begitu, generasi muda tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki gaya hidup sehat serta produktivitas yang tinggi. Ia juga menekankan pentingnya peran dosen dan peneliti dalam mengembangkan kajian seperti sport science dan manajemen olahraga di masa depan.
Kerja sama ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menciptakan ekosistem olahraga yang berkelanjutan, sekaligus melahirkan atlet yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki bekal pendidikan yang mumpuni.(*/Stephany)

