MEDIAAKU.COM – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan, Taruna Ikrar, menerima “Anugerah Kepemimpinan Visioner Pengawasan Obat dan Makanan 2026” dari Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia. Penghargaan ini diberikan atas perannya dalam memperkuat sistem pengawasan obat dan makanan di tengah tantangan global.
Melansir BeritaSatu, Sabtu (18/4/2026) Penghargaan diserahkan usai forum strategis yang membahas kenaikan harga obat akibat tekanan geopolitik, gangguan pasokan bahan baku, dan biaya logistik. Ketua Umum GP Farmasi, F Tirto Koesnadi, menilai kepemimpinan Taruna mampu menyeimbangkan pengawasan yang ketat dengan dorongan inovasi.
“Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian seperti saat ini, kepemimpinan visioner menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan antara akses masyarakat terhadap obat dan keberlangsungan industri,” ujarnya.
Taruna menegaskan penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama. Ia menekankan komitmen BPOM untuk memperkuat pengawasan berbasis sains, digitalisasi perizinan, serta kemandirian farmasi nasional.
“Kita tidak hanya menjaga keamanan masyarakat, tetapi juga memastikan akses dan keterjangkauan obat bagi seluruh rakyat Indonesia,” katanya.
Di bawah kepemimpinannya, BPOM juga meraih pengakuan sebagai otoritas terdaftar World Health Organization Listed Authority (WLA), sekaligus terus mendorong kolaborasi industri berbasis riset menuju daya saing global.(*/Stephany)

