MEDIAAKU.COM – Shio Monyet merupakan urutan kesembilan dalam siklus dua belas shio yang digunakan dalam tradisi penanggalan Tiongkok.
Dalam bahasa Mandarin, Monyet disebut hou (猴). Hewan ini sejak dahulu dikenal sebagai simbol kecerdikan, kelincahan, rasa ingin tahu, dan kemampuan beradaptasi. Karena itu, orang yang lahir pada tahun Monyet sering diasosiasikan dengan sifat kreatif dan pandai mencari jalan keluar dari persoalan.
Sejarah shio berhubungan erat dengan sistem kalender tradisional Tiongkok yang memadukan siklus dua belas hewan dengan sistem batang langit dan cabang bumi. Menurut kajian sinolog Derek Walters dalam buku “Chinese Astrology”, kedua belas hewan tersebut tidak hanya digunakan untuk menandai tahun, tetapi berkembang menjadi bagian dari sistem kepercayaan dan simbolisme masyarakat Tiongkok.
Menurut cerita rakyat, Kaisar Giok mengadakan perlombaan untuk menentukan urutan 12 hewan dalam zodiak. Monyet dikenal sebagai hewan yang cerdik, lincah, dan pandai mencari jalan keluar. Dalam perlombaan itu, monyet bekerja sama dengan ayam dan kambing untuk menyeberangi sungai.
Menurut legenda, ketiganya menemukan rakit di tepi sungai. Monyet dan ayam membantu membersihkan rumput liar dan mendayung, sementara kambing memimpin arah hingga mereka berhasil menyeberang bersama.
Setelah berhasil melewati berbagai rintangan, ketiganya mencapai tujuan secara berurutan: kambing, monyet, kemudian ayam. Karena itu, monyet ditempatkan sebagai hewan ke-9.Kisah ini menggambarkan bahwa kecerdikan dan kemampuan bekerja sama dapat menjadi kekuatan penting.
Meskipun bersifat legenda, cerita tersebut membantu menjelaskan bagaimana masyarakat mewariskan makna setiap hewan kepada generasi berikutnya.Sinolog Richard E. Strassberg melalui kajiannya tentang tradisi dan budaya Tiongkok menunjukkan bahwa simbol hewan dalam kebudayaan Tiongkok memiliki hubungan dengan kehidupan sosial, kepercayaan, dan cara masyarakat memahami dunia.
Monyet sendiri memiliki posisi menarik karena sering muncul dalam sastra dan cerita rakyat sebagai tokoh yang cerdas, lincah,dan usil. Dari kisah dan makna di balik Shio Monyet, kita dapat belajar bahwa kecerdasan akan lebih berarti ketika digunakan untuk menciptakan kebaikan, menyelesaikan masalah, dan membawa manfaat bagi kehidupan bersama.
Kepandaian tanpa tanggung jawab dapat menimbulkan masalah, sedangkan kecerdikan yang disertai kerja sama, keberanian, dan pertimbangan yang baik dapat membantu seseorang menghadapi berbagai tantangan kehidupan.(*/janu)

