MEDIAAKU.COM – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani kerusakan Bendung Jamuan yang berada di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Upaya tanggap darurat ini dimulai belum lama ini menyusul terganggunya sistem irigasi yang mengairi sekitar 1.600 hektare lahan pertanian di wilayah tersebut.
Melansir laman KemenPU, Selasa (21/4/2026) Kerusakan bendung dipicu oleh perubahan aliran sungai setelah banjir. Kondisi ini menyebabkan tanggul yang ada sebelumnya jebol dan aliran air bergeser dari jalurnya, sehingga distribusi air ke jaringan irigasi tidak dapat berjalan maksimal. Dampaknya, para petani mengalami kesulitan dalam memperoleh pasokan air, terutama untuk pengolahan lahan dan memasuki masa tanam.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa infrastruktur irigasi memiliki peran penting dalam menjaga produktivitas pertanian nasional. Ia menyebut, langkah cepat yang dilakukan merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam memastikan ketersediaan air tetap terjaga demi mendukung ketahanan pangan.
Meski pengelolaan irigasi berada di bawah kewenangan pemerintah daerah, Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I tetap memberikan dukungan teknis. Koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pihak terkait dilakukan untuk mempercepat pemulihan fungsi bendung dan layanan irigasi.
Penanganan sementara di lapangan dilakukan dengan sejumlah langkah, seperti mengalihkan aliran sungai menggunakan tanggul darurat sepanjang kurang lebih 375 meter, membuat kolam penampungan air, serta menerapkan sistem pompanisasi. Upaya ini ditujukan agar suplai air tetap bisa menjangkau lahan pertanian yang terdampak.
Situasi ini turut memengaruhi aktivitas masyarakat, khususnya petani yang bergantung pada irigasi untuk keberlangsungan usaha mereka. Oleh karena itu, percepatan perbaikan menjadi krusial agar produksi pertanian tidak terganggu lebih lama.
Pemerintah daerah pun menyambut baik langkah cepat tersebut. Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi, mengapresiasi respons sigap pemerintah pusat dalam membantu memenuhi kebutuhan masyarakat. Hal serupa disampaikan Pj Sekretaris Camat Sawang, Efendi Nur, yang menyatakan kesiapan untuk mengawal proses penanganan di lapangan agar berjalan lancar.
Selain penanganan darurat, pemerintah juga tengah menyiapkan solusi jangka panjang. Kementerian PU bersama Balai Teknik Irigasi dan BWS Sumatera I sedang merancang pembangunan bendung baru sepanjang sekitar 600 meter dengan lebar sekitar 100 meter. Tak hanya itu, akan dibangun pula saluran pembawa menuju intake eksisting dengan panjang kurang lebih 600 meter.
Proyek permanen ini direncanakan dibiayai melalui skema pemerintah, termasuk program percepatan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi serta program rehabilitasi pascabencana di wilayah Sumatera. Tujuannya bukan hanya memulihkan fungsi bendung, tetapi juga meningkatkan ketahanan infrastruktur terhadap perubahan kondisi alam di masa mendatang.
Kementerian PU menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat pemulihan infrastruktur sumber daya air. Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas produksi pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah terdampak.(*/Stephany)

