MEDIAAKU.COM – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat menjadi langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi melalui penyediaan pendidikan yang merata dan berkualitas. Hal itu disampaikan saat ia meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat di Wonolopo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Melansir laman Kemenkoinfra, Minggu (26/4/2026) Dalam kunjungannya, AHY mendorong percepatan pengerjaan proyek agar dapat selesai sesuai target pada Juni 2026. Meski demikian, ia menekankan pentingnya menjaga kualitas bangunan dan standar keselamatan kerja di lapangan.
“Sekolah Rakyat ini dirancang sebagai solusi jangka panjang. Bukan hanya menghadirkan fasilitas pendidikan, melainkan juga membangun ekosistem pembelajaran yang lengkap dan inklusif. Kita ingin proyek ini tuntas tepat waktu dengan kualitas yang baik,” ujarnya.
Sekolah Rakyat di Kulon Progo merupakan satu-satunya proyek serupa di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Dibangun di atas lahan sekitar 7,1 hektare, kawasan ini dirancang sebagai kompleks pendidikan terpadu yang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA. Fasilitas yang disiapkan pun cukup lengkap, mulai dari ruang belajar, asrama, kantin, hingga sarana olahraga seperti lapangan sepak bola dan basket.
Program ini termasuk dalam tahap kedua pembangunan Sekolah Rakyat secara nasional yang mencakup 104 titik di berbagai daerah. Kehadirannya diharapkan mampu membuka akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, sehingga anak-anak dari keluarga prasejahtera tetap bisa mendapatkan layanan pendidikan yang layak.
Hingga kini, progres pembangunan di Kulon Progo telah mencapai sekitar 38 persen. Namun, terdapat sedikit keterlambatan sekitar 3–5 persen dari rencana awal. Untuk mengejar target, pemerintah melakukan percepatan dengan menambah jumlah tenaga kerja serta mengoptimalkan penggunaan alat berat. Saat ini, sekitar 840 pekerja telah dilibatkan dan jumlah tersebut masih akan ditingkatkan.
“Kita perlu dorong lebih cepat. Ada sedikit keterlambatan yang sedang kita kejar. Salah satu solusinya adalah menambah jumlah pekerja dan memaksimalkan alat berat. Mudah-mudahan target Juni masih bisa tercapai,” jelas AHY.
Dengan anggaran pembangunan sekitar Rp214 miliar, sekolah ini dirancang mampu menampung hingga 1.080 siswa. Seluruh kebutuhan dasar pendidikan akan ditanggung pemerintah, mulai dari biaya sekolah hingga perlengkapan belajar, termasuk makan dan pakaian.
AHY menilai konsep ini memberi peluang besar bagi anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah untuk mengenyam pendidikan tanpa beban biaya. Ia berharap lulusan Sekolah Rakyat nantinya dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi atau langsung siap memasuki dunia kerja.
“Kita ingin mencetak anak-anak yang unggul, berprestasi, dan memiliki masa depan lebih baik. Inilah salah satu cara memutus rantai kemiskinan secara berkelanjutan,” tegasnya.
Selain dampak sosial, pembangunan Sekolah Rakyat juga diyakini mampu menggerakkan ekonomi lokal. Keterlibatan tenaga kerja setempat, penggunaan material lokal, hingga meningkatnya aktivitas usaha kecil di sekitar proyek menjadi faktor pendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam kesempatan tersebut, AHY juga meminta seluruh pihak terkait untuk terus mengawal proyek ini agar berjalan sesuai target tanpa mengorbankan kualitas dan keselamatan.
Kunjungan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah dan pusat, di antaranya Bupati Kulon Progo Agung Setyawan, Wakil Bupati Ambar Purwoko, Sekretaris Daerah Triyono, serta perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum Deddy Agus Susanto. Turut mendampingi Menko AHY, Deputi Nazib Faizal serta sejumlah staf khusus, termasuk Merry Riana.(*/Stephany)

