MEDIAAKU.COM – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul meninjau langsung kesiapan fasilitas di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta yang akan digunakan sebagai lokasi rintisan Sekolah Rakyat. Kunjungan ini bertujuan memastikan kondisi bangunan sekaligus merumuskan langkah perbaikan agar segera dapat dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar.
Melansir laman Kemensos, Senin (20/4/2026) Dalam peninjauan tersebut, turut hadir Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Bisma Staniarto dan Ketua STIP Tri Cahyadi.
Tim teknis memaparkan bahwa dari total 56 bangunan di kawasan STIP, terdapat empat gedung yang dapat digunakan, yakni Asrama Taruna E, Taruna J, Wisma Bahari II, dan Nautika. Selain itu, tersedia pula fasilitas pendukung berupa dua lapangan tenis dan dua lapangan sepak bola.
“Untuk tahap awal, kapasitas yang disiapkan sekitar 100 siswa, didukung dua tenaga pembimbing dan 18 tenaga pengajar,” ujar Bisma.
Hasil pengecekan menunjukkan kondisi struktur bangunan masih sangat baik tanpa kerusakan pada bagian utama seperti fondasi, kolom, balok, maupun atap. Perbaikan hanya diperlukan pada aspek ringan seperti plesteran, pintu, jendela, serta penggantian beberapa komponen kecil. Sementara itu, pada bagian utilitas, pembenahan difokuskan pada lampu yang tidak berfungsi.
Dengan kondisi tersebut, proses renovasi diperkirakan dapat diselesaikan dalam waktu singkat.
“Kami optimistis akhir April seluruh perbaikan bisa dituntaskan dan gedung siap digunakan pada awal Mei,” jelas Bisma.
Selain STIP, pemerintah juga menyiapkan lokasi lain, termasuk kawasan milik Lembaga Administrasi Negara (LAN), dengan kapasitas serupa, yakni sekitar 100 siswa per lokasi.
Gus Ipul menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat menunjukkan perkembangan yang cukup positif. Berdasarkan pelaksanaan di 166 titik sebelumnya, terjadi peningkatan kepercayaan diri dan kemampuan siswa. Para pengajar juga dinilai semakin fleksibel dalam menyesuaikan metode pembelajaran tanpa bergantung pada tes akademik.
“Selama lebih dari sembilan bulan berjalan, hasilnya cukup menggembirakan. Siswa mulai berkembang, dan para guru mampu menyesuaikan metode pembelajaran tanpa mengandalkan tes akademik,” ujarnya.
Sejalan dengan arahan Presiden, pemerintah menargetkan peningkatan kapasitas program ini. Jika sebelumnya mampu menjangkau hampir 16.000 siswa, tahun ini ditargetkan lebih dari 30.000 siswa dapat terlayani melalui penambahan sekolah rintisan di berbagai wilayah.
Untuk kawasan Jakarta dan sekitarnya, telah ditetapkan 10 lokasi rintisan, termasuk STIP. Secara keseluruhan, lokasi tersebut diproyeksikan dapat menampung lebih dari 1.000 siswa, dengan tahap awal sekitar 700 siswa dan tambahan 300 siswa pada pertengahan tahun.
Gus Ipul juga menegaskan bahwa proses seleksi peserta didik dilakukan berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) tanpa pendaftaran terbuka. Pendekatan dilakukan langsung kepada keluarga sasaran agar program tepat guna.
“Tidak boleh ada titipan, tidak boleh ada praktik yang melanggar ketentuan. Semua harus benar-benar menyasar keluarga yang paling membutuhkan,” tegasnya.
Ia memastikan bahwa kendala di lapangan relatif kecil dan hanya membutuhkan perbaikan ringan pada fasilitas pendukung seperti tempat tidur, toilet, serta ruang makan. Pemerintah pun optimistis seluruh persiapan dapat rampung sesuai target sehingga kegiatan belajar dapat dimulai pada awal Mei.(*/Stephany)

