MEDIAAKU.COM – Di era digital, memiliki pekerjaan utama saja kini tidak lagi menjadi pilihan bagi banyak Generasi Z. Tak sedikit anak muda yang menjalankan side hustle atau pekerjaan sampingan, mulai dari menjadi kreator konten, freelancer, membuka toko online, hingga menawarkan jasa sesuai keahlian mereka.
Fenomena ini bukan sekadar mengikuti tren, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi dan perubahan cara pandang terhadap karier.
Melansir dari beberapa sumber dan Forbes berikut 5 alasan Gen Z memiliki Side Hustle:
1.Menambah Penghasilan
Alasan paling umum adalah untuk memperoleh pendapatan tambahan. Di tengah meningkatnya biaya hidup, banyak Gen Z memilih memiliki lebih dari satu sumber penghasilan agar kebutuhan sehari-hari, tabungan, hingga dana darurat tetap terpenuhi. Survei juga menunjukkan bahwa generasi muda lebih aktif mencari pemasukan tambahan dibandingkan generasi sebelumnya.
2.Mencari Keamanan Finansial
Gen Z tumbuh di tengah berbagai ketidakpastian ekonomi, mulai dari pandemi, inflasi, hingga maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK). Kondisi tersebut membuat mereka merasa lebih aman jika tidak hanya bergantung pada satu pekerjaan. Memiliki side hustle menjadi salah satu cara untuk mengurangi risiko apabila kehilangan pekerjaan utama.
3.Mengembangkan Hobi Menjadi Sumber Cuan
Banyak Gen Z memanfaatkan hobi sebagai peluang bisnis. Kegiatan seperti fotografi, desain grafis, menulis, membuat konten video, atau menjual karya seni kini dapat menghasilkan pendapatan berkat berbagai platform digital. Dengan begitu, mereka bisa memperoleh penghasilan sambil mengerjakan sesuatu yang disukai.
4.Menambah Keterampilan dan Pengalaman
Side hustle juga menjadi sarana untuk mengasah kemampuan yang mungkin tidak diperoleh di pekerjaan utama. Mulai dari kemampuan berkomunikasi dengan klien, pemasaran digital, manajemen waktu, hingga pengelolaan bisnis, semua pengalaman tersebut dapat meningkatkan nilai diri di dunia kerja.
5.Ingin Memiliki Kebebasan Karier
Banyak Gen Z tidak lagi melihat kesuksesan hanya dari jenjang karier di kantor. Mereka lebih menghargai fleksibilitas, kebebasan mengatur waktu, dan kesempatan membangun usaha sendiri. Karena itu, side hustle sering dijadikan langkah awal untuk menciptakan karier yang lebih mandiri atau bahkan menjadi bisnis utama di masa depan.
Fenomena side hustle di kalangan Gen Z mencerminkan perubahan cara generasi muda memandang pekerjaan. Selain menjadi sumber penghasilan tambahan, pekerjaan sampingan juga dimanfaatkan untuk meningkatkan keterampilan, menyalurkan minat, dan membangun keamanan finansial.
Dengan perencanaan yang baik, side hustle dapat menjadi investasi berharga bagi masa depan karier maupun kondisi keuangan.(*/Stephany)

