MEDIAAKU.COM – Kebiasaan mengisap jempol merupakan perilaku yang sering ditemukan pada anak usia dini.Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), mengisap jempol merupakan bagian normal dari proses tumbuh kembang anak, terutama sebagai cara menenangkan diri, memberi rasa aman, dan membantu anak beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya
Namun, jika kebiasaan ini terus berlanjut hingga usia anak lebih besar, kebiasaan mengisap jempol dapat menimbulkan berbagai dampak bagi kesehatan fisik dan perkembangan anak.Dalam jangka pendek, kebiasaan ini tidak berbahaya. Namun, jika berlangsung terus-menerus hingga usia di atas lima tahun, kebiasaan ini dapat memengaruhi pertumbuhan gigi dan struktur rahang anak.
Beberapa dampak yang dapat muncul antara lain gigi depan yang tumbuh tidak sejajar, perubahan bentuk langit-langit mulut, serta gangguan pada kemampuan berbicara.Selain itu, kebiasaan ini juga dapat meningkatkan risiko infeksi karena jempol sering terpapar kuman dari lingkungan sekitar. Oleh karena itu, peran orang tua sangat penting dalam membantu anak menghentikan kebiasaan ini secara bertahap.
Penanggulangan kebiasaan mengisap jempol sebaiknya dilakukan dengan pendekatan yang lembut dan penuh kesabaran. Anak tidak perlu dimarahi atau dipaksa, karena hal tersebut justru dapat meningkatkan kecemasan dan membuat anak semakin bergantung pada kebiasaan tersebut.
Orang tua disarankan untuk mengalihkan perhatian anak ke aktivitas lain yang menyenangkan, seperti bermain, menggambar, atau membaca buku bersama. Memberikan pujian saat anak berhasil tidak mengisap jempol juga dapat meningkatkan rasa percaya diri anak.
Pada dasarnya setiap perilaku anak memiliki alasan di baliknya. Orang tua dan orang dewasa di sekitarnya perlu memahami, bukan menghakimi.Dengan kasih sayang, kesabaran, dan pendekatan yang tepat, kebiasaan mengisap jempol dapat diatasi, sekaligus membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang sehat secara fisik dan emosional.(*/janu)

