MEDIAAKU.COM – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat empat fondasi pendidikan untuk meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat. Keempatnya meliputi infrastruktur fisik, pedagogis, budaya, dan manajerial.
Melansir laman Kemendikdasmen, Jumat (30/10/2026) Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan hal tersebut dalam acara 2 Tahun Prabowo-Gibran: Rapor untuk Rakyat di Jakarta. Dalam kesempatan itu, ia juga menerima Piala Adripraya dari Garuda TV.
Pada aspek infrastruktur fisik, pemerintah menjalankan program revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran. Hingga 2025 dan 2026, lebih dari 59 ribu satuan pendidikan telah direvitalisasi, sementara lebih dari 300 ribu perangkat Interactive Flat Panel (IFP) telah disalurkan ke sekolah di seluruh Indonesia.
Infrastruktur pedagogis berfokus pada peningkatan kualitas guru melalui pendidikan lanjutan dan pelatihan. Sebanyak 12.500 guru telah menyelesaikan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), sedangkan gelombang kedua disiapkan untuk lebih dari 50 ribu guru. Pemerintah juga menaikkan tunjangan guru non-ASN menjadi Rp2 juta dan insentif guru yang belum memiliki sertifikat pendidik menjadi Rp400 ribu per bulan.
Sementara itu, infrastruktur budaya diarahkan untuk memperkuat karakter murid melalui program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria, serta kegiatan ekstrakurikuler, termasuk Pramuka sebagai kegiatan wajib.
Adapun infrastruktur manajerial dilakukan dengan menyederhanakan birokrasi dan mengurangi beban administrasi guru agar lebih fokus mengajar. Kemendikdasmen juga melanjutkan Tes Kemampuan Akademik (TKA) serta menyiapkan kebijakan evaluasi kenaikan kelas dan penjurusan mulai kelas XI.
Abdul Mu’ti menegaskan, berbagai langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mempercepat peningkatan mutu pendidikan sesuai Asta Cita keempat. Pemerintah berkomitmen menghadirkan layanan pendidikan yang lebih mudah diakses, fleksibel, dan terjangkau bagi masyarakat.(*/Stephany)

