MEDIAAKU.COM – Menteri Luar Negeri RI Sugiono menghadiri pembukaan Debat Umum Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (SMU PBB) ke-81 di Markas Besar PBB, New York. Dalam agenda tersebut, Sugiono hadir sebagai Ketua Delegasi Indonesia.
Melansir laman Kemenlu, Rabu (23/9/2026) Debat Umum tahun ini dipimpin Presiden Majelis Umum PBB ke-81, Khalilur Rahman dari Bangladesh, dengan mengusung tema “Restoring Trust, Managing Transformation: A United Nations that Delivers for All.”
Tema tersebut menyoroti kebutuhan untuk membangun kembali kepercayaan terhadap multilateralisme sekaligus memperkuat kemampuan PBB dalam menghadapi perubahan dan berbagai tantangan global.
Dalam pidato pembukaannya, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyoroti perubahan peta kekuatan dunia yang berlangsung di tengah konflik, ketimpangan, krisis iklim, serta perkembangan kecerdasan artifisial (AI).
Guterres menekankan pentingnya penggunaan kekuasaan secara bertanggung jawab. Menurutnya, multilateralisme dan hukum internasional memiliki peran semakin penting untuk memastikan hubungan antarnegara tetap berlandaskan aturan dan prinsip yang disepakati bersama.
Sementara itu, Khalilur Rahman menyerukan upaya nyata untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat dunia terhadap PBB. Ia menilai reformasi dan hasil kerja yang konkret diperlukan agar organisasi internasional tersebut tetap mampu menjawab kebutuhan masyarakat global.
Selain Debat Umum, agenda High-Level Week SMU PBB ke-81 akan membahas sejumlah isu strategis, mulai dari hak atas pembangunan, perubahan iklim, kenaikan permukaan laut, kesiapsiagaan menghadapi pandemi, pemberantasan rasisme, hingga upaya penghapusan senjata nuklir.
Dalam forum tersebut, Indonesia membawa sejumlah agenda prioritas. Di antaranya mendorong perdamaian dan penyelesaian konflik, terutama terkait Palestina, memperkuat posisi Indonesia sebagai bridge-builder, serta mendorong reformasi PBB dan peningkatan peran negara-negara Global South.
Indonesia juga akan menyampaikan berbagai capaian serta prioritas pembangunan nasional sekaligus mendorong multilateralisme yang lebih inklusif dan efektif. Kehadiran Menlu Sugiono dalam rangkaian High-Level Week tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia untuk terus aktif dalam diplomasi multilateral serta menyuarakan kepentingan nasional dalam berbagai pembahasan mengenai persoalan global. (*/Stephany)

