Monday, May 18, 2026
HomeBeritaMenteri PU Tinjau Pembangunan Jembatan Bokwedi untuk Perkuat Konektivitas dan Antisipasi Banjir

Menteri PU Tinjau Pembangunan Jembatan Bokwedi untuk Perkuat Konektivitas dan Antisipasi Banjir

MEDIAAKU.COM – Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo meninjau langsung progres pembangunan Jembatan Bokwedi di Kota Pasuruan, Jawa Timur. Peninjauan dilakukan untuk memastikan proses penggantian jembatan nasional tersebut berjalan sesuai rencana sekaligus mendukung kelancaran konektivitas kawasan.

Melansir laman KemenPU, Senin (18/5/2026) Dalam kunjungannya, Menteri Dody menjelaskan bahwa pembangunan jembatan dilakukan dengan menaikkan elevasi atau ketinggian struktur jembatan. Langkah tersebut diambil sebagai upaya mengurangi risiko luapan air sungai ketika hujan deras terjadi di wilayah hulu.

Menurutnya, kondisi sungai yang semakin dangkal dan menyempit membuat aliran air membawa material seperti kayu, sehingga berpotensi menghambat arus sungai dan menyebabkan genangan hingga ke badan jalan. Karena itu, peninggian jembatan dinilai penting agar aliran air tetap lancar menuju hilir tanpa tertahan oleh infrastruktur di sekitar lokasi.

Pekerjaan penggantian Jembatan Bokwedi dikerjakan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali melalui skema kontrak tahun jamak 2025–2026 dengan nilai proyek mencapai Rp11,6 miliar.

Adapun pekerjaan konstruksi mencakup pembangunan pondasi borepile, abutmen jembatan, pemasangan struktur baja sepanjang 30 meter, pembangunan plat lantai jembatan, pengaspalan, hingga pembangunan trotoar. Kehadiran jembatan baru ini diharapkan mampu meningkatkan keamanan serta memperlancar arus lalu lintas di wilayah Kota Pasuruan.

Tak hanya menunjang akses transportasi, proyek tersebut juga diproyeksikan mendukung distribusi hasil pertanian, aktivitas perdagangan, hingga sektor pariwisata di Pasuruan dan daerah sekitarnya.

Menteri Dody menargetkan proses konstruksi dapat rampung sekitar September hingga Oktober 2026. Dengan demikian, jembatan diharapkan sudah dapat difungsikan menjelang periode Natal dan Tahun Baru 2026.

Ia juga menambahkan bahwa penanganan tidak hanya berfokus pada pembangunan jembatan, tetapi turut melibatkan koordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia agar elevasi jalur rel kereta api di sekitar lokasi ikut disesuaikan. Langkah tersebut dilakukan supaya aliran sungai tidak lagi terhambat ketika debit air meningkat.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular