MEDIAAKU.COM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan apresiasi kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman atas keberhasilan mempercepat tercapainya swasembada pangan nasional. Melansir laman Kementan, Senin (18/5/2026) Target yang sebelumnya diproyeksikan selesai dalam empat tahun, berhasil diwujudkan hanya dalam waktu satu tahun pemerintahan.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri peresmian operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa menjaga ketersediaan pangan bagi lebih dari 287 juta penduduk Indonesia bukan perkara mudah. Namun, menurutnya, kerja sama pemerintah dan sektor pertanian berhasil membawa Indonesia mencapai hasil yang membanggakan.
Presiden mengungkapkan bahwa dirinya secara langsung memberikan mandat kepada Menteri Pertanian dan seluruh jajaran terkait agar Indonesia mampu mencapai swasembada pangan dalam kurun empat tahun. Meski demikian, capaian tersebut ternyata bisa diraih jauh lebih cepat dari perkiraan awal.
Ia juga menyampaikan rasa kagum kepada Mentan Amran yang dinilai memahami persoalan pertanian secara menyeluruh. Presiden menilai pengalaman Amran sebagai mantan Menteri Pertanian, pelaku usaha, sekaligus berasal dari keluarga petani membuatnya mampu memahami kebutuhan sektor pangan secara nyata.
Menurut Presiden, pangan tidak bisa dipandang hanya sebagai komoditas ekonomi semata, melainkan menyangkut keberlangsungan hidup sebuah bangsa. Karena itu, pemerintah memilih memperkuat produksi pangan dalam negeri dibanding terlalu bergantung pada impor.
Presiden Prabowo juga menyebut keberhasilan Indonesia menjaga stok dan produksi pangan kini menarik perhatian sejumlah negara lain yang mulai mengajukan permintaan pembelian beras dari Indonesia di tengah krisis pangan global dan pembatasan ekspor dari beberapa negara produsen.
Meski demikian, pemerintah tetap memprioritaskan kebutuhan masyarakat dalam negeri serta kesejahteraan petani. Kebijakan ekspor pangan dilakukan secara hati-hati dengan memastikan stok nasional aman dan harga hasil panen tetap menguntungkan petani.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras Indonesia pada 2025 mencapai 34,69 juta ton atau meningkat sekitar 13,29 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, cadangan beras pemerintah pada 2026 tercatat telah menyentuh angka 5,3 juta ton.
Peningkatan tersebut didorong oleh berbagai kebijakan pemerintah, seperti penambahan alokasi pupuk subsidi menjadi 8,55 juta ton, penurunan harga pupuk subsidi hingga 20 persen, serta penyesuaian harga pembelian pemerintah untuk gabah menjadi Rp6.500 per kilogram.
Selain itu, Kementerian Pertanian juga mempercepat sejumlah program strategis, mulai dari optimalisasi lahan pertanian, perbaikan jaringan irigasi, pompanisasi, penyediaan benih unggul, hingga modernisasi pertanian melalui bantuan alat dan mesin pertanian.
Keberhasilan swasembada pangan ini dinilai menjadi bukti kemampuan Indonesia memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tantangan global. Pemerintah pun optimistis sektor pertanian nasional akan terus berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu lumbung pangan dunia.(*/Stephany)

